𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐍𝐲𝐚𝐭𝐚𝐊𝐮 𝟓
hari h yang ditunggu2 tiba. yeny janjian dengan candra untuk ke apartemennya sekitar jam 10 pagi. aku memang sengaja tidak ikut karena selain ingin memberikan keleluasaan candra dan juga anak gak ada yang jaga. otomatis kali ini akulah yang bertugas menjaga anak. rupanya ada sedikit kendala yang menyebabkan yeny menjadi badmood. setelah yeny berdandan cantik, ternyata anakku ingin dimandikan mamanya. dan dengan terpaksa yeny memandikan anakku terlebih dulu. padahal jamnya sudah mepet. pada saat memandikan, wajah yeny kena air yang terciprat dari tangan anakku yang bermain2. otomatis makeupnya jadi acak2an. kejadian ini membuat yeny badmood. ya namanya suka duka punya anak. mau gimana lagi, aku berusaha membujuk yeny tetap pergi karena gak enak sudah janjian dengan candra. aku bilang gak usah perbaiki makeup. toh juga gak diambil wajahnya terlalu jelas sesuai permintaanku. akhirnya dengan terpaksa yeny berangkat dengan muka jutek.
sampai disini aku akan menceritakan dari point of view yeny sesuai dengan cerita dan video yang kelak aku liat.
aku berangkat mengendarai mobil dengan bete sudah susah2 berdandan jadi berantakan. tapi mau gimana lagi, sudah terlanjur janji dan gak enak kalau telat apalagi batal dengan candra. aku pacu mobil dengan sedikit cepat menuju apartemen candra. sesampainya disana, aku menelepon candra, dan candra memintaku menunggu di lobby. selang 5 menit candra turun ke lobby dan menyambutku.
c : hi sis, gimana kabar
a : sedikit badmood( sambil menceritakan kejadian sebelum berangkat)
c : halah gpp masi cantik kok. tenang aja. ayuk naik, aku tunjukin studio miniku
candra mengajakku naik ke tempat studio mini dia. selama di dalam lift candra bercerita kalau unit apartemennya itu sebenernya 3 bedroom tapi karena yang tinggal hanya dia sendiri, maka yang dipakai sebenernya cm 1 bedroom saja. sisanya difungsikan studio dan ruang kerja dia saja.
sesampai di unitnya, candra mempersilahkan aku masuk. terlihat unitnya nyaman sekali. peralatan studio juga ada lengkap. candra mempersilahkan aku duduk sambil dia mengambilkan aku minum. aku pikir anak ini bener2 gila fotografi. kira2 10menitan aku dan candra berbasa basi mengenai unit apartemen berikut studionya. kemudian candra bertanya "bisa kita mulai sis?" akupun bertanya ke candra apa yang aku harus lakukan karena jujur biarpun aku dulu sering difoto. tapi untuk foto kali ini ada perasaan grogi banget. candra yang menangkap kebingunganku segera menjawab kalau dibuat santai aja.
c : sis, konsep seperti yang kita bahas kemarin, siluet y. pencahayaannya pakai dari matahari langsung aja, kebetulan bagus cuacanya.
a : perlu makeup lagi gak ini? jelek banget ya.
c : gak usah sis, kan gak terekspose mendetail wajahnya. coba sis berdiri di sebelah jendela itu, kita cari angel yang pas dulu sambil sis membiasakan diri. yang penting rileks aja
a : ok
dan akupun mulai berpose2 dipinggir jendela yang kordennya terbuka sedikit. agak kaku gayaku karena memang sudah lama gak pose. candra dengan telaten mengarahkan gaya2ku. sampai aku sudah mulai menemukan kembali diriku dulu yang suka foto. setelah beberapa kali jepret, candra menunjukkan hasilnya ke aku. memang hasilnya lumayan ok, wajahku gak terlalu terlihat jelas. persis seperti konsep yang dibahas. sambil melihat foto2 pemanasan itu candra merangkulku, seakan dia ingin menenangkan aku dan memberi support. kemudian candra bilang untuk masuk ke sesi utamanya. candra memintaku melepas baju dan rokku. mendengar permintaan itu, ada malu yang hadir kembali. tapi aku berusaha memantapkan hati demi hasil yang bagus. akupun mundur 2 langkah dan melepaskan bajuku didepan candra. mungkin karena sudah terpengaruh gaya dari pemanasan itu, aku melepas bajunya dengan terlihat sedikit menggoda buat candra. terlihat candra sedikit tertegun dengan caraku melepas baju. ahh.. cuek aja pikirku. kemudian aku melepaskan rokku juga. kini aku hanya mengenakan bra dan cd saja didepan candra. candra memuji tubuhku yang menurutnya masi seperti gadis padahal sudah punya anak. aku sedikit tersanjung dengan pujiannya. kemudian candra memintaku kembali ke pinggir jendela. dia mulai mengarahkan gayaku. sekilas selalu ada rasa malu saat ini, keliatan lagi kalau gayaku kembali kaku dan monoton.
candra yang menanggap kelagatku, kemudian memanggil aku sambil menunjukkan hasil foto tadi.
c : kok jadi agak kaku lagi y, ada kepikiran apa?
a : y pasti ada malu lha
c : gini aja aku punya obat malu yang manjur. (candra melangkah keluar dan menuju lemari es. kemudian membawa 2 kaleng bir dan memberikan ke aku)
coba minum ini dulu, biar tenang (sambil menyodorkan kaleng yang sudah dibukanya)
a : mabok aku nanti (memang aku gak kuat minum bahkan birpun bisa membuat aku mabuk)
c : gak lah dikit aja, biar sis relaks. ( sambil meneguk bir nya sendiri)
selang beberapa saat efek alkohol mulai berasa. dan memang bener kata orang, cewe minum alkohol bawaannya berani dan horny. begitu yang aku rasakan juga. aku mulai bergaya lagi dan candra mengambil beberapa pose. melihat aku yang sudah terbiasa lagi, candra mulai memerintah aku untuk melepaskan bra dan cd. sambil dia terus memotret aku. aku menuruti permintaannya, dan kini candra bisa melihat aku tanpa sehelai benangpun. aku bebas berpose dengan berbagai gaya. tak jarang candra menghampiriku untuk membetulkan poseku. ya.. pasti dia melihat dari dekat. tak sungkan dia sesekali mengarahkan dengan menyentuh entah tangan atau pundak atau kaki.
tak berasa 15 menit sudah aku bergaya. udara ac membuat aku sedikit dingin. aku meminta untuk break sejenak candra dengan sigap mengambilkan handuk model kimono dan memberikan ke aku. aku suka dengan sikap dan responnya. sangat memperlakukan wanita dengan baik. setelah memakai kimono, aku kembali meminum bir yg tersisa dengan harapan tubuhku menjadi hangat lagi. tak lupa aku meminta untuk dikecilkan ac nya
candra mendekat kearahku, sambil menyentuh pundakku dia memberikan kameranya untuk aku melihat hasilnya. dia berdiri dibelakangku. sedangkan aku duduk dikursi. otomatis tubuh kita berdekatan karena membahas hasil foto. nafas candra terasa ditelingaku. sering kali tangannya menyentuh tanganku yang memegang kamera sambil mengajari aku tombol2nya. entah mengapa aku menjadi birahi. harum tubuh candra dan perlakuan gentlenya membuat aku nyaman.
c : sis, bisa bantu gak ya
a : bantu apa?
c : gini aku pengen buat portofolio frontal nude. sis harusnya cocok jadi modelnya. gimana mau?
a : yang gimana itu?
c : nanti aku arahkan gampang kok
a : ok
spotnya lanjut dikamarku y. soalnya memang harus pakai background ranjang. sambil menggandeng aku menuju kamarnya
candra menggandengku ke kamar sebelah studio. rupanya kamar ini lumayan luas. candra bercerita kalau kamar ini sebenernya disiapkan kalau ada teman atau kerabat yang datang dan menginap. memang terlihat ada 2 ranjang single bed. candra bertanya apakah aku membawa lingerie seperti yang sudah kami sepakati. aku segera menunjukkan lingerienya, dan candra mempersilahkan aku memakainya. lalu candra keluar ruangan mengambil sesuatu. dia kembali dengan membawa sebuah topeng. dia ingin aku mengenakan topeng itu saat nanti pemotretan.
aku bersiap2 mengenakan lingerie dan topeng. lingerie yang aku bawa memang tipis bahannya tanpa mengenakan bra otomatis putingku tercetak jelas. cd g-stringnyapun hanya tali dengan kain sedikit saja yang menutupi kemaluanku. candra terlihat menelan ludah tapi dia masi berusaha menutupinya. candra mengajakku ke ranjang untuk memulai sesi pemotretannya. dia mulai mengarahkan gayaku. semua gaya yang diarahkan berkesan sensual buat aku. belakangan baru aku tau konsep ini memang konsep yang vulgar. beberapa gaya yang diarahkan sangat jelas terlihat kalau aku sedang diarahkan memancing nafsu candra. mulai dari aku yang disuruh meremas payudaraku dengan wajah sensual, memasukkan jari ke mulut dengan tangan satunya memegang miss v ku, sampai membuka kaki lebar lebar sampai misa v ku terasa mau terekspose dari kain penutupnya. terlihat jelas ada bercak cairan menandakan aku horny. candra beberapa kali mendatangi aku hanya sekedar memperbaiki pose. bahkan dia membuka penutup payudaraku sehingga payudaraku terekspose 1 sisi. kadang juga dia membenerkan posisi g stringku. tangannya otomatis terkena miss v dan aku yakin dia tau kalau itu sudah basah.
aku dapat melihat jelas tonjolan dicelana candra. aku yakin dia juga tegang. entah karena pengaruh alkohol yang aku minum tadi, aku semakin berani. bahkan tanpa candra suruh aku membuka dari samping kain penutup kemaluanku sehingga jelas terpampang miss v ku. candra malah sangat antusias. tanpa disuruhnya aku mulai bergaya sambil jariku seakan bermastrubasi. bahkan candra menghampiriku dan berani menurunkan satu tali penutup payudaraku yang lain. dan sebelum kembali ke posisinya untuk foto bahkan dia sempat memegang payudaraku dengan lembut dan menyentuh putingku yang sudah tegang. kini aku seperti cewek yang bener2 haus sentuhan. tubuhku sudah panas ingin disetubuhi. candra rupanya paham dengan tingkah lakuku. tanpa disuruh candra langsung melepas celana dan pakaiannya. sehingga kini dia hanya memotret telanjang. luar biasa sensasi ini. seakan aku dibiarkan terus horny dengan memandang tubuh candra yang lebih besar dari suamiku dengan batang kemaluan yang sudah tegak.
tak terasa lingerie dan g-string sudah terlepas semua dari tubuhku. aku benar2 terbawa suasana. tiba2 candra berjalan kearahku dan berjongkok dipinggir ranjang. segera dia memindahkan jari tanganku yang menutupi miss v akibat bermastrubasi saat foto tadi. kini benar2 dia bisa melihat miss v ku yang basah dengan jarak sangat dekat. candra memajukan mukanya dan mulai menjilat miss v ku, sesekali jarinya dimasukkan kedalam lubang kemaluanku. ahhh sungguh nikmat rasanya. lidah candra menyapu bersih setiap cairan yang keluar dari lubangku. tusukan jarinya seakan membuat otot2 vaginaku berdenyut.
kemudian candra naik keatas ranjang dan bersiap memasukkan batangnya. aku sempat bertanya apa ada kondom. candra hanya menggeleng kepala. tetapi tetap saja kepala batangnya sudah disiapkan didepan lubangkum sekali desakan, batang itu terisi penuh di lubang vaginaku. enak sekali. dan candra rupanya sudah tidak tahan lagi, dia langsung memompa aku dengan irama cepat. aku yang juga diliputi hasrat berusaha mengimbangi dengan menekan otot2 kemaluanku agak candra merasakan pijatannya.
rupanya candra gak bisa tahan lama, dia berkata kalau mau keluar, aku segera bilang jangan didalam. candra menggoyang dengan cepat dan akhirnya mengeluarkan cairannya di perutku. terlihat wajah puas candra disertai denyutan batangnya. setelah itu dia bangkit dan segera mengambil tissue dan melap batangnya dan cairan diperutku.
ada rasa kecewa juga karena durasi yang singkat. padahal kalau menurutku batang candra sangat ideal, besar dan panjang serta sedikit bengkok.

ليست هناك تعليقات for "𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐍𝐲𝐚𝐭𝐚𝐊𝐮 𝟓"
إرسال تعليق