𝐌𝐢𝐬𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐧𝐜𝐮𝐫𝐚𝐧 ( 𝐒𝐢𝐱 𝐒𝐥𝐚𝐯𝐞 ) 𝐂𝐡𝐚𝐩𝐭𝐞𝐫. 𝟐𝟒 & 𝟐𝟓
Pov Liana
Pertemuan pun berakhir... Ini rapat pertamaku bersama petinggi dari perusahaan Ayahku... Satu-persatu dari para kolega ayahku pun pergi... Termasuk ayahku.... Aku tinggalkan Aula pertemuan kami... Tapi diotakku masih begitu banyak pertanyaan dan misteri yang harus ku pecahkan... Keraguan mulai datang di hatiku...
Aku harus percaya dengan Ayahku atau dengan intuisiku yang sudah mengenal Alex sangat lama...
" adikku kau ingin ikut dengan ku...." teriak Pria tampan di depanku sambil melambaikan tangan dari dalam mobilnya....
" tidak kak aku bawa mobil sendiri..." ku balas teriakkannya
Dia pun langsung meninggalkan ku.... Tanpa memberi aba-aba lagi.... Aku tiba di mobilku dan langsung ku pacu mobil pulang kerumah...
" liana kau sudah pulang ???" ucap ibuku yang masih sibuk membaca koran...
" ya bu... Badan Liana capek semua .... Liana mau istirahat dulu ya..."balasku sambil mencium pipi ibuku
" kau mau di pijat tidak.... Kalau mau nanti ibu telpon tukang pijatnya... Sangat enak loh..." ucap ibu ku
Tapi aku tetap meluncur ke kamarku... Tanpa memperdulikan sarannya... Langsung kurebahkan tubuhku di atas kasur empuk... Ku lepaskan jilbabku dan pakaian resmiku hingga menyisakan bh dan celana dalam ku.. Aku mengambil sebuah Album foto yang telah lusuh karena seringnya ku buka... Ketika aku rindu seseorang aku selalu melihat semua isi album ini...
# flashback saat pertama masuk sekolah Dasar
Ini adalah hari pertama ku pergi kesekolah baruku... Aku pindahan dikota kecil ini....meskipun ayah dan ibu ku adalah orang asli daerah ini.... Tapi aku bersekolah di luar kota untuk menemani kakek dan nenekku yang berdomisili disana... Saat nenek ku meninggal aku diambil ayahku untuk bersekolah disini...
Saat ini aku sudah kelas 5 ... Dan ini sekolah baru aku tak mengenal siapapun disini.... Tubuh bisa di bilang tinggi dan berwajah cukup cantik menurutku... Tiba di sekolah baru .... Sekolah yang bangunan cukup jelek karena cat nya sudah luntur... Menambah suram sekolah ini.... Jauh berbeda dari sekolahku dulu yang bisa di bilang elite....
aku memperhatikan setiap anak yang lewat didepanku.... Warna baju dan sepatunya tidak sebagus milikku....
" sepertinya aku tak akan ada lawan di sekolah ini" pikirku.... Melihat keadaan disini....
Kuyakinkan diri untuk memasuki kantor guru... Disana aku bertemu kepala sekolah lalu di mengantarku ke kelas baruku....
Kulihat semua anak disana tertuju padaku... Lalu kepala sekolah mulai menanyakan bangku yang kosong... Aku mencari bangku yang tidak terdapat tas di kursinya.... Akhir aku menemukannya.... Kepala sekolah bertanya
" apa kursi itu kosong" ucap kepala sekolah
" ya bu kursi itu kosong..." teriak anak laki-laki tertawa....
Kenapa mereka tertawa.... Melihatku menuju kursi kosong itu.... Aku mendengar beberapa anak berbisik....
" kasian anak baru itu duduk disana.... Sebaiknya tukar...." ucap para wanita kepada laki- laki
" aku tak ingin duduk dengan anak yang menakutkan itu..." ucap para laki-laki
Mungkin yang duduk disebelahku adalah anak yang nakal sehingga tak ada yang mau duduk disana.... Kalau dilihat dari posisi tempat duduk ...memang posisi kami terlihat memisah sendiri dari yang lain..
Waktu pelajaran masih cukup lama... Jadi kuputuskan untuk pergi ke WC terlebih dahulu... Karena buru-buru aku bertabrakan dengan anak laki-laki... Hingga aku terjatuh...
" harus kau hati-hati " ucapnya mengulur tangannya sambil tersenyum....
Lalu dia pun pergi meninggalkan ku ... Aku pun melanjutkan tujuanku....
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jam Pelajaran pun dimulai .... Bu guru mulai sibuk mengabsen kami satu-persatu , namun pada giliranku.... Aku di berikan waktu maju kedepan untuk memperkenalkan diriku....
Selesai memperkenalkan diri aku kembali duduk di kursi ku... Namun kursi di sampingku tetap masih kosong....
" mungkin anak ini benar-benar bermasalah" ucapku didalam hati....
Ketika Bu guru menanyakan PR kepada kami... Tiba-tiba anak laki-laki langsung masuk dan duduk di kursiku....ku coba melirik anak laki-laki ini.... Aku mengenalnya, anak yang bertabrakan denganku tadi pagi..... Aku coba menyapanya... Namun dia langsung menutup mukanya dengan tas punggungnya.... Seakan menolak hubungan denganku ...
Selama jam pelajaran anak itu terus saja tidur.... Yang anehnya bu guru seakan membiarkannya tetap tertidur.... Aku kesal dengan anak laki- laki ini dia tak menghormati guru
" ibu.... Ada yang tidur di kelas...." ucapku sambil mengangkat tanganku....
Kulihat ibu guru itu sedikit ragu-ragu... Dan akhir memanggil Alex untuk bangun... Dan menyuruh untuk mencuci mukanya.... Namun Alex nama anak itu tak kunjung kembali masuk hingga istirahat....
Saat sedang duduk di taman sekolah aku di dekati oleh ketua kelasku....
" hai... Aku alfiani...." ucap nya
" Meliliana " ucapku membalasnya
" kau pindahan dari mana" lanjutnya
Ku sebut saja aku berasal dari ibukota dari provinsi ini.... Alfiani menjadi teman pertamaku disini dia orang yang yang baik... Kami ngobrol tentang banyak hal... Sampai akhir Alfiani memberitahu masalah Alex....
" harusnya kau menjaga jarak dari Alex...." ucap Alfiani mengingatkanku
" kenapa.... Kulihat dia anak yang baik...." balasku
" dia memang anak yang baik , pintar dan sedikit Tampan... " ujar nya
" lalu apa masalahnya hingga semua orang menjauhinya...." ucapku makin penasaran....
" dia punya julukan Si beruang Putih, entahlah dari mana julukan itu... Tapi sejak kejadian mengerikan waktu itu .... Aku dan semua orang menjaga jarak darinya...." jelas Alfiani
" Beruang putih, kejadiaan aku semakin tak mengerti maksud mu...." tanyaku makin heran...
" kejadian pembantai 7 anak SMA oleh Alex.... Aku tak tahu benar apa yang terjadi waktu itu... Karena aku tak berada disana... Namun aku melihat ketujuh anak SMA itu di bawa kerumah sakit oleh Ambulans.... Mereka semua luka berat dan beberapa terkena patah tulang... Sejak itu semua anak disini maupun guru menjauhinya..." penjelasan Alfiani yang cukup lengkap....
" mana mungkin anak SD mengalahkan Anak SMA" ucapku tak percaya...
" pokoknya jangan mendekati anak itu...aku pun sempat tak percaya namun aku melihat sendiri buktinya" ucap nya langsung pergi ....
Alfiani terburu-buru meninggalkan ku.... Aku makin bingung dengan tingkahnya yang tiba-tiba meninggalkanku.... Ternyata aku melihat anak yang bernama Alex berjalan mendekati ku.. Aku cemas mungkinkah dia akan membalas kejadian tadi.... Dia duduk di sampingku... Aku ingin lari dari sini... Tapi tubuh hanya mematung duduk di sampingnya....
" kau Anak baru.... Aku ingin kau jadi pacarku..." ucapnya
" Apa pacarmu...." ucapku mengelengkan kepalaku....
" kalau kau tidak mau... Maka jangan pernah menggangu aku lagi.... Dan anggap aku tak ada ... Seperti Anak-anak yang lainnya..." tegasnya sambil berdiri dan menjauh....
Aku tak mampu membalasnya... Mulut seakan kaku.... Suara lonceng kembali berbunyi.... Ini hari pertamaku namun aku sudah di hadapkan dengan masalah seperti ini.... Sejak itu aku mengabaikan sesuai perintahnya aku tak ingin membuat masalah padanya.... Tak terasa hari-hari yang kulewati disini berjalan menjadi sangat cepat... Hari ini adalah ujian Nasionalku dan hari-hari terakhir Ku berada di kota ini karena kakeku memintaku untuk melanjutkan sekolah di kota kembali....
" ujian pertama , hati-hati jangan terburu, dan baca doa sebelum mengerjakan..." ucap pengawas sambil sibuk membagikan lembar ujian...
Aku mengerjakannya serius.... Tanpa ku sadari Alex terus memperhatikan ku....aku pun melihat kearahnya membuat kedua mata kami bertemu... Dia pun tersenyum... Dan berdiri....
" aku duluan "ucapnya .
Sambil meninggalkan lembar ujiannya dan pergi keluar kelas.... Padahal baru 15 menit ujian di mulai....
" apa dia tak mau lulus..." gumamku
Tapi aku penasaran dengan jawabannya yang tergeletak di sampingku....akhir nya ku putus kan membuka jawabannya.... Disitulah aku dibuat sangat kagum... Anak yang nyaris tak pernah belajar dan hanya tidur saja mampu menjawab semua pertanyaan ini dengan mudah.... Dan jawaban pun tidak asal-asalan, aku melihat jawabannya secara acak... Semua jawaban nya benar semua.... Kejadian itu terus berulang... Hingga ujian terakhir kami... Yang ku tahu Alex bukan anak biasa ... Dia memiliki kecerdasaan yang luarbiasa
Di perjalanan pulang pun aku masih teringat dengan kejadian tadi... Hingga aku tidak menyadari ada sekumpulan anak nakal di depanku... Meraka menggangguku... Mengambil tasku ...
Kedua tangan di pegang erat oleh mereka dan mereka pun mulai mengeluarkan isi tasku, Namun semua nya terdiam... Ketika Alex tiba-tiba muncul dan melangkah melewatiku... Semua anak nakal ini terdiam dan ketakutan terpaku pada posisinya masing-masing.
Tapi ada yang aneh dengan Alex... Di tak ada niat menyelamatkanku melainkan terus melalui tanpa melihatku....
" tunggu dia sampai pergi..." bisik salah satu anak nakal pada temannya....
" Alex..... Tolongg Aku....." teriakku...
Alex langsung berbalik...sambil tersenyum
" jangan pernah ganggu pacarku.... " ucapnya dingin tanpa ekpresi
Ucapan ini membuat anak nakal itu mengembalikan tas dan lari tungganglanggang ke berbagai Arah.... Aku mendekati nya , untuk berterima kasih..
" terima kasih " ucapku
" hanya terima kasih ...." ucap Alex
" kau ingin ice cream..." tawarku
" boleh .... Tapi ini gratiskan..." ucap Alex tersenyum
Aku tak melihat sedikitpun keganasan di wajahnya... Kenapa banyak yang takut padanya... Kami pun segera pergi ke kedai ice cream di ujung taman...
" kau ingin rasa apa...." ucapku
" rasa durian saja.... " balasnya
" durian satu dan seperti biasa nya satu oke mba..." ucapku karena sudah langganan .... Pelayan mengerti kesukaanku
Ku hampiri anak laki-laki itu yang sibuk membaca komik... aku coba mencairkan suasana....
" kau suka membaca komik..." tanya ku
" karena membaca komik tak menghabiskan tenagaku...." ucapnya tetap fokus pada komiknya....
" maafkan aku..... Mengabaikan mu selama ini..." ucapku
" jangan terlalu kaku.... " ucapnya
Pesanan kami pun dateng....anak ini cukup dingin selama kami makan... Dia tak berbicara apapun...
" sampai kapan kau mau melihat ku seperti itu... Kalau kau tak menyukaiku... Sebaik kau cepat pergi dari sini sebelum ada yang melihat kau mentraktirku makan....." ucap Alex
" tidak .... Aku tidak bermaksud seperti itu...." ucapku merasa tak nyaman dengan perbuatan ku tadi....
" aku seorang monster ... Wanita cantik sepertimu seharusnya tak usah mendekati ku...." ucapnya sambil memakan ice cream nya hingga habis
" tapi aku tak percaya kau seorang monster... " ujarku
" banyak orang bilang begitu tapi saat melihat wujud asli ku semua akan ketakutan dan pergi menjauh...." ucap Alex berdiri coba meninggalkanku
"Aku ingin bicara banyak dengan mu..." ucapku memelas agar dia tetap disini
" aku sudah pernah bilang kan kalau kau ingin jadi pacarku kita akan setiap hari bertemu... Jika tidak pergilah..." ucapnya meninggalkan ku sendiri...
Aku bergegas membayar ice cream ku dan pergi mengejarnya.... Hanya ini kesempatanku... Aku akan pergi dari kota ini... Dan mungkin ini pertemuan terakhirku dengan nya....
Aku berlari mencarinya kesana kemari... Saat ku hampir putus asa ....mencari keberadaannya di taman ini...
" kau mencari siapa..." ucapnya muncul seperti tanpa dosa
" aku mencari mu...." ucapku
"Kau ingin jadi pacarku...????" ucap Alex lagi
"Aku tak ingin menjadi pacarmu... Aku ingin lebih dari itu... Aku ingin menjadi pendampingmu... Suatu saat nanti aku akan menjinakkanmu Beruang Putih" teriakku menantangnya
" Aku tunggu saat itu..." ucapnya langsung pergi begitu saja...
" aku pasti kembali ke desa ini... Saat itu tiba akulah orang pertama yang akan menemukanmu...." teriakku lagi.....
Namun Alex hanya mengangkat tangannya... Dan menghilang dari pandanganku.... Itu lah janji pertamaku pada nya... Segera setelah itu aku meninggalkan desa kami...
Bahkan tak sempat untuk saling mengucap salam perpisahan...
-------------------------------------------------------------------------------------
Setelah menunggu lebih dari empat tahun ... Akhirnya aku bisa kembali sekolah di kota kelahiranku.... Kali ini aku kembali dengan jauh berbeda... Aku tumbuh menjadi wanita yang cantik ,tubuh yang membuat banyak anak iri dan kulit yang halus....
Aku semakin pede untuk kembali... Karena kemampuan akdemik bisa di bilang sangat memuaskan ....
Ku persiapkan semuanya... Tapi hari ini aku tak ingin tampil cantik.... Karena tujuanku bukan untuk menjadi hits... Namun mencari seseorang yang membuatku tak bisa berhenti memikirkannya.... Seperti apa wujudnya saat ini... Aku terus menghayalkan bentuk tubuhnya... Membuat jantung berdetak makin cepat darah-darah mengalir deras di setiap Nadiku
Aku sengaja berangkat sangat pagi untuk mengetahui banyak informasi sekolahanku yang baru ini.... Meskipun sekolahanku bisa di bilang kampung ... Tapi prestasi bahkan mampu mengalahkan banyak sekolah terbaik di provinsi ini.... Itu yang menjadi alasan ku untuk bersekolah disini.... Yang langsung diaminin oleh kedua orang tuaku
Aku berdandan cukup cupu ... Kacamata, rambut ku kepang dan aku tak memakai bedak apapun..
Aku ingin tampil natural atau bisa di bilang buruk...
" nak kenapa penampilanmu seperti ini..." ucap ibu kaget
" hehe... Aku ingin tampil beda di sekolah ku yang baru...." balasku yang melihat ibuku sedikit shock...
" biarkan saja..." ucap ayahku yang ikut tertawa melihat penampilanku...
Aku berangkat diantar supir.... Tapi aku tak ingin diantar sampai didepan gerbang SMA baru ku... Kulangkah kaki percaya diriku dengan penampilan seperti ini memasuki perkarangan sekolah ini.... Taman sekolah ini sangat luas terdapat beberapa kolam yang mempercantik keadaan Asri sekolahan ini....kelasku berada di paling belakang... Sekolahan memiliki banyak kelas bertingkat... kelasku berada di gedung yang memiliki tiga tingkatan.... Dilantai dua ini lah kelasku... Aku masuki dan bisa melihat kelas yang bersih dan memiliki banyak ornamen yang mempercantik keadaannya.... Ku ambil posisi duduk di pojok belakang sebelah kanan...
Tubuhku cukup tinggi jadi aku tak ingin menutup penglihatan temanku jika aku berada di depan... Satu-persatu teman baru mulai hadir.... Mereka juga bingung untuk mencari tempat duduk barunya.... Akhirnya aku berkenalan dengan Marini... Dia wanita yang cantik dan yang mengejutkan dia anak yang lincah, juga sangat centil dia pun duduk di sampingku... Aku mulai mengobrol banyak hal dengannya...
Marini sedang mengejar cintanya sama seperti diriku.... Dia pun menceritakan semua tentang pria idamannya tersebut....dia tampan, sangat baik, tinggi dan merupakan pemain Sepak bola yang handal meskipun di level kampungnya... Aku jadi penasaran seperti apa pujaan Marini....
Aku sangat kaget saat tahu laki-laki yang menjadi pujaan Marini bernama Alex... Yang namanya sama dengan laki-laki ku... Tapi Alexku tak sebaik Alex yang di ceritakan oleh Marini, justru dia misterius menjurus sedikit aneh.... saat sibuk dengan lamunanku... Marini mengenggam tanganku ... Menunjukan sesorang yang baru masuk...
" itu dia pangeranku..." ucap Marini tersenyum...
Aku melihat laki-laki yang sedang mencari kursi yang kosong.... Diapun bergerak menuju posisi aku dan Marini ... Dia duduk tepat di belakang ku...
" sepertinya aku dan Alex berjodoh..." ucapnya
Aku hanya tertegun ... Tak bisa mengontrol debaran jantungku yang amat kencang.... Intuisi berkata ini lah laki-laki yang kucari dan ku tunggu... Namun aku menyangkalnya berulang kali ... Mungkin hanya kesamaan nama saja ....
" Liana jangan bilang kau suka dengan pujaanku juga..." senggol Marini yang melihat aku melamun...
" tidak.... Aku tidak..." ucapku tersadar....
" ya mana mungkin dia suka dengan cewek se cupu dirimu... Aku yang sangat cantik saja selalu di hiraukan..." ucapnya tertawa kecil
" iya kau lebih cantik dari aku..." ucapku merendah
Diikuti tertawa kecil kami berdua....
--------------------------------------------------------------------------
Hari ini jam olah raga aku sangat buruk di pelajaran ini.... Saat ini pelajarannya adalah sepak bola... Jadi kami bermain bola ... Saat perebutan bila aku tergeser oleh temanku yang memiliki tubuh sangat besar.... Membuat tubuhku langsung menghantam tanah... Tubuh langsung lemas... Guru pun menghampiriku.... Menyuruh semua anak laki untuk membantuku... Namun tak ada yang mau bergerak... Aku pun berusaha sendiri untuk bangun ... Sampai tangan kekar mengendongku... Aku yang sedikit lemas tidak memperhatikan laki-laki yang menolongku... Justru aku sedikit risih dengan tangannya yang langsung menyentuh paha dan punggungku...
Laki-laki ini tetap mengendongku hingga ke ruang UKS... Meletakkan ku di kasur... Seorang perawat mengecek keadaanku... Dia menyuntikkan vitamin dan menyuruhku beristirahat sebentar... Aku baru sadar laki-laki itu adalah Alex ,laki-laki yang menjadi idaman temanku...
" kau masih saja lemah teman sebangku..." bisiknya
" kau Alex ... Tidak mungkin kenapa kau bisa mengenaliku...." ucapku malu
" bagaimana aku tak ingat dengan namamu... Nama yang ingin ku miliki sejak dulu..." ucapnya tersenyum
Kontan membuatku malu setengah mati... Aku yang merencanakan untuk menemuinya duluan malah seperti ini....rencana penyamaranku selama ini gagal total...
" kenapa kau banyak berubah...kau curang " sahutku....
" kau juga berubah... Menjadi lebih baik ..." balas Alex tersenyum
Mungkin dia mengejek penampilanku ,Senyuman yang sudah lama ingin ku lihat... Dia pun pergi ke samping kasurku yang terdapat kasur juga.... Dia pun tiduran disitu....
" kau tak kembali kelas...." tanyaku
" aku juga kelelahan dari mengangkat tubuhmu..." ucap nya
" alasanmu saja kan.... Kau ingin bersamaku..." ucapku meledeknya....
" iya ... Memang kenapa..." balasnya spontan
Membuatku kembali salah tingkah ... Laki-laki ini terlalu vulgar ... Pipiku langsung memerah dan suasana menjadi sangat panas ku rasakan diruangan ini...
" kau mulai menyukaiku ya..." ucap Alex sambil berbaring menghadapku kedua mata kami kembali saling tatap ....
" Apaan sih... " ucapku coba mengalihkan perasaan gugupku...
" mukamu memerah ... " ucapnya....
Aku berbalik untuk menyembunyikan wajahku yang memerah... Tiba suasana ruangan UKS ini begitu hening tak ada suara dari Alex kembali....
Aku berbalik melihat Alex sudah tertidur... Dia sangat manis saat tidur... Siapa yang tak menyukai laki-laki ini seperti ini... Melihat Alex tertidur Kantukku pun datang hingga kami berdua tertidur diruang Uks bersama....
Aku terbangun saat suara bel terdengar keras... Membuat langsung terbangun.... Aku melihat Alex tak berada di tempat tidur... Membuatku terbangun mencari keberadaan...namun dia tak ada.... Aku putuskan pun pergi kembali ke kelas....
" sudah baikkan... " ucap Marini
" ya lumayan.... Kenapa Alex belum hadir..." ucapku
" Alex dia belum kembali... Kenapa kau mencarinya..." ucap Marini sedikit kesal karena aku menanyakan itu....
" tidak ,aku hanya ingin berterima kasihnya telah membawaku ke ruang UKS..." jelasku untuk menghindari salah paham ....
Pelajaran pun kembali dimulai...tapi sampai akhir jam pelajaran tidak muncul juga Alex.... Kemana pria itu...
" Liana balik yuk..." teriak Marini yang sudah mengendong tasnya...
" sebentar lagi ya...kau duluan aja...." ucapku
" ya baiklah.... Hati-hati ya..." ucap Marini pergi meninggalkanku....
Satu-persatu siswa kelas ini pulang... Dan akhirnya hanya aku sendiri berada dikelas... Kulihat tas Alex tetap ada... Aku bingung apa yang kulakukan... Aku tak ingin meninggalkan tas nya.... Jadi segera ku ambil tasnya ... Ku susun buku yang berantakan... Memasukkan ke tasnya...
Saat aku akan meninggalkan ruangan...
" hmmm baiknya pacarku ini..." teriak Alex berdiri didepan pintu
" bruuk... Ini tas mu ... Kau dari mana saja..." ucapku kesal merasa di kerjain...
" justru kau yang meninggalkan di UKS..." jawabnya
" kau bohong ... Aku lihat kau tidak ada disana..." ucapku
" kau hanya melihat diatas ranjangkan... Aku tadi terjatuh.... Hehe..." jawab sambil mengaruk kepala nya
" kau jatuh dari kasur dan tetap tidur ... " ujarku tertawa.... Sambil memegang perut...
" terus lah tertawa.... Kau terlihat cantik saat kau tertawa..." ucapnya...
Membuatku terhenti tertawa... Diapun mulai mendekatiku.... Aku hanya bisa mundur... Hingga aku tersudut oleh dinding...
" Liana mau kau menjadi pacarku...." ucapnya serius...
Ku balas dengan Anggukan kepalaku....jantung berdetak cepat ... Aku merasakan cinta yang sangat banyak dari sorot matanya ....
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam ini aku tak bisa tidur... Karena aku tak henti memikirkan Alex... Aku di buat gila oleh sikap yang dingin, blak-blakan dan sedikit bad boy... Aku terus berguling di kasurku....
Tak terasa matahari hari baru bersinar.... Aku baru sadar aku tak tidur semalaman... Tapi karena aku amat ngantuk... Aku tidur sebentar.... Aku benar-benar ngantuk... Aku baru sadar setelah ibuku membangunkanku....
" kau tak ingin sekolah.... Abis ngapain saja kamu sampai bisa kesiangan... " teriak ibu membuka horden kamarku
" sebentar lagi saja bu...." ucapku
" cepat bangun kau itu gadis...." teriak ibu sambil memukul pantatku....
" ibu pantatku berharga... Bagaimana setelah ibu pukul tak ada yang mau dengan ku lagi...." teriakku berlari kekamar mandi...
" jangan tidur dikamar mandi ...." ucapnya
Syukur aku tiba disekolah hampir bersamaan dengan bel berbunyi.... Aku langsung duduk....setelah itu Guru killer kami juga tiba ...
" keluarkan buku modul... Yang tidak bawa jangan mengikuti pelajaranku..." teriak guru killer itu
Aku bergegas mencari buku modulku... malapetaka terjadi aku lupa Menganti semua buku pelajaran ku ... Aku membawa buku pelajaran kemarin...
" mati aku... Aku tak membawa modul " bisiku pada Marini
" bagaimana kau bisa lupa bukunya sih..." ucapnya
" yang tidak bawa cepat keluar ..." teriaknya sangar sambil memukul meja
Aku pasrah akhir untuk Pertama kalinya dalam hidupku aku diusir oleh guru.... Namun tiba-tiba
" saya pak ... Saya lupa membawa..." ucap Alex lantang
" jadi kau.... Keluar sana dan berdiri di depan tiang bendera sambil hormat sampai jam pelajaran ku berakhir...
" baik pak..." ucap Alex... Saat melaluiku dia memberikan modulnya padaku...
Aku segera melirik ke dia... Dia pun tersenyum.. Sambil melangkah pergi....tapi entah apa yang kupikirkan aku menyimpan modul dan ikut mengacungkan tangan ... Untuk memberi tahu aku juga tak membawa modul kepada guru killer itu... Membuatku disuruh keluar juga....
" Alex tunggu... " ucapku
" kenapa kau keluar.... " ucapnya kaget
" aku ingin bersamamu...." ucapku makin berani mengungkapkan perasaanku padanya....
Hari-hari kami lewati dengan indah.... Hubungan kami tetap tersembunyi dari Anak-anak lainnya... Bahkan Marini tak tahu hubungan spesial kami... Meskipun berhubungan dengan sembunyi-sembunyi tapi Alex membuat hari-hari ceria dan menyenangkan dengan cara yang kadang tak masuk akal, konyol dan penuh kejutan ....
Sampai hari yang membuat hubungan kami menjadi sedikit renggang... Hari itu adalah perpisahan kak kelas kami.... Aku di berikan kesempatan menjadi pembawa acara bersama ketua Osis kami.... Aku tampil berbeda hari itu aku tampil cantik dengan riasan tipis yang membuat banyak pangling dengan perbedaanku.... Banyak mata anak laki-laki memperhatikanku....
Awalnya acara berjalan seperti konsep yang tersusun... Namun di akhir acara.... Ketua Osis tiba-tiba mengumumkan sesuatu yang membuat semua kaget.... Dia mengungkapkan cintanya.... Didepan para guru dan siswa yang hadir di acara itu.... Kami memang sering di bilang pasangan serasi ... Sama-sama pintar, dan sama-sama menarik satu sama lain...
Sontak aku bingung... Apa yang akan ku katakan...aku melihat Alex... Dia hanya mengangguk saja... Aku pun tak mengerti maksudnya.... Aku pun melakukannya hal yang sama.... Membuat seisi Aula bergemuruh.... Kulihat ketua Osis mengucapkan syukur.... Aku sempat blank... Dia salah pengertian maksudku, aku coba menjelaskan tapi banyak orang yang mengucapkan selamat padaku... Membuatku sulit menjelaskan kesalahpahaman ini....
" kaak... Maafkan aku...." ucapku
" ya aku mengerti terima kasih...tak perlu minta maaf" ucapnya
" bukan ... Aku memiliki..." ucapku tapi kembali di potong
" ya aku akan jadi milikmu selamanya ..." ucapnya memegang erat tanganku
Aku coba melepas tanganku ... Aku mencari keberadaan Alex... Tapi aku tak menemukannya... aku harus mencarinya tapi tanganku terus digenggam erat... Sampai akhir acara aku dipaksa untuk mengikuti seluruh aktivitas ketua Osis ini... Bahkan dia mengantarku pulang dengan paksa....
Ku coba menelpon Alex tapi dia tak mengangkat ku... Ku sms untuk meminta maaf...tapi tak kunjung mendapatkan balasan... Aku makin khawatir apakah dia akan marah....
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini aku berangkat pagi sekali ke sekolahan...aku harus meminta maaf pada Alex... Tapi pagi ini aku melihat Alex ditarik oleh Marini... Jantungku berdetak kencang ke cemburu membakar emosiku..aku mengikuti mereka..... Aku menguping apa yang terjadi...
" aku menyukaimu..." ucap Marini to the point ...
Aku mengigit bibirku, menanti jawaban Alex...aku berdoa yang terbaik untukku dan alex...
" Maafkan aku sudah memiliki wanita yang ku cinta..." ucap Alex tegas
Marini terlihat tertunduk dan pergi dari situ...Tapi berbeda denganku aku malah tersenyum melihat adegan itu.... Harus aku melakukan hal yang sama ... Aku di kagetkan dengan suara yang ku kenal
" Liana sedang apa kau disitu...." teriak ketua Osisku berjalan mendekatiku bersama rombongannya...
Kulihat Alex pun berada di belakangku... Bukannya mendekat asal suara aku malah melangkah mundur... Dan menggengam tangan Alex...
" apa-apaan ini Liana kenapa kau memegang tangannya...kau pacarku..." teriaknya marah
" aku Sudah memiliki pacar... Dan dia pacarku..." ucapku meyakinkannya
" apa maksudmu kenapa kau menerima ku.... Aku tak terima kau mempermalukanku seperti ... " teriak ketua Osisku emosi...
" kau tak mau mendengar kesalahpahamanku ... Kau tak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskannya...." jelasku
Dia bergerak cepat dan mencoba menamparku, tapi dengan cepat Alex menahan
" jangan berani menyakiti pacarku..." teriak Alex
Membuat ketua Osis ku langsung ciut...dan langsung pergi ... Dia tahu alex bukan orang yang bisa di kalahkan begitu saja....
**************************************************************************************
Itu lah kenangan ku terhadap Alex, kenangan yan tal bisa kulupakan ... Membuatku begitu merindukannya moment indah itu untuk kembaliku rasakan.... Aku sangat menyayanginya itu yang membuatku percaya Alex masih tetap sama seperti dulu namun ada hal yang membuatnya membenciku dan keluarga ku... Aku harus cari tahu hal itu secepatnya sebelum semua ini terlambat...
Hari ini makanku sedikit lahap karena untuk pertama kali sejak sumpah serapah kami ucapkan bersama kami berkumpul... Sebenarnya belum semuanya berkumpul disini.... Masih ada satu pria... Yang selalu membuat ulah tak berada disini...
" luarbiasa makan ini mantap sekali.... " teriak edi yang sudah makan sangat banyak....
" dasar babi " ucap Adi
"Adi kau memulai lagi ..." ucap Agung
" kau ingin tambah juga... " ucap lembut Tia mengarahkan tempat nasi ke Adi...
" tidak aku sudah cukup..." ucap Adi sambil memegang rantai....
" kau tak menyuruh budakmu makan ... " ucap Edi....
" biarkan saja... Kau makan lah yang banyak di camps pasti tak ada makanan seenak inikan..." ejek Adi
" haha... Benar kau pasti makan tanpa rasa atau makanan siap saji..." lanjutku
Kami semua tertawa... Ini membuat kami sedikit melupakan misi PENGHANCURAN kami....
Kami selesai makan...
" bagaimana kita mau siap kumpul..." ucapku
" aku masih sangat lelah , aku baru membantai banyak musuh aku ingin istirahat dulu... Dan jangan ada yang ganggu aku... Kalau tak ingin mati..." ucap Adi
" aku juga sangat lelah ... Aku ingin hibernasi dulu.... Besok saja kita rencana strateginya..." ucap edi melanjutkan
" baiklah istirahat lah... Kamar kalian berdua ada di basement bawah... " ucapku
" oke ... Terima kasih saudaraku... Oh ya aku hampir lupa .... Ini ..." ucap Adi melemparkan rantai yang dia terus pegang ...
" untuk apa ini...." ucapku
" anggap saja hadiah dariku untuk mu... Kau harus menerimanya... " ucap Adi langsung pergi
Sontak ini pun langsung jadi perhatian Hera dan Nura... Berarti wanita ini akan jadi saingan mereka untuk memuaskanku sebagai tuan mereka.... Melihat Hera yang terlihat amat kesal....mwmbuatku sedikit tersenyum
" tuanmu itu Playboy... Sebaik kau dengan ku saja... " ucap Edi membujuk Hera...
" tidak tuan aku setia pada tuanku...Nura mungkin mau tuan" ucap hera Menghindar...
" apa... Hera kau ini ... Kenapa kau mengorbankanku...." ucap Nura mencubit Hera...
" jadi kalian berdua tak mau... Aku lebih gagah daripada tuanmu.. Aku bisa memuaskan lebih kuat seratus kali lipat " ejeknya sambil pergi dari tempatnya berdiri....
" hati-hati dengan Edi ... Dia mengincar kedua budak mu..." bisik Agung
" aku kenal Edi ... Dia tak akan menyentuh punya saudaranya.." balasku
" kau terlalu percaya.... Aku perhatikan dia terus melihat ke arah Hera dari tadi..." lanjut Agung
" hahaa... Benarkan Hera memang yang tercantik kan..." bisikku
Tia pun sudah bergegas membersihkan bekas makan kami... Nura juga terlihat membantu kaknya... Sedangkan Hera mengelap meja makan yang sedikit berantakan....
" aku lupa ... " ucap Agung
" lupa apa.... Aku tak mengerti " ucapku
" aku menculik seorang dokter dan Apotekernya... Rencana aku akan memberi mu hadiah lagi... " jelas Agung yang bergegas ke mobilnya... Dan membuka pintu garasinya...aku pun mengikuti Agung ... Setelah mengikatkan rantai henny di ruang tengah...
Betapa kaget Agung hanya ada satu calon budak didalam mobil...
" tidak salah lagi pasti ini perbuatan Edi..." teriak Agung kesal budak yang harus di berikan pada Alex menghilang....
" dia dokter apa..." tanyaku
" dia spesialis Kandungan..." ucap Agung...
" jadi spesialis Kandungan... " ucapku dan muncul ide untuk melakukan sesuatu pada wanita Wili yang ku sekap....
" wanita yang bisa berguna untuk kita..." ucap Agung kembali
" bawa wanita itu dan ikut aku..." perintahku
Agung segera membuka pengikat kakinya... Dan semua belenggu nya kecuali borgol di tangannya dan penutup mata dan mulutnya... Namun wanita itu tak bisa berdiri mungkin terlalu lama dia di posisinya membuat kakinya kaku... Agung terpaksa mengendongnya... Aku hanya tertawa melihat Agung keberatan.... Aku ajak Agung ke rumah belakangku...
" Kau ingin mengerjain aku ya..." ucap Agung dengan nafas tak beraturan...
" anggap saja ini latihan sebelum perang..." ucapku padanya
" ahhh... Sial... Aku benar-benar kurang olahraga..." ucap Agung mengerutu....
Aku hanya tertawa melihat langkah Agung yang makin berat.... Ku buka pintu rumah keduaku... Suasananya sangat hening... Kemana ketiga penunggunya... Aku menuntun Agung kedalam salah satu kamar... Disana terdapat wanita yang terborgol tangannya menjadi satu terkait ke ranjang tempat tidurnya... Saat kami masuk dia menghentak-hentakan tangan yang terborgol membuat bunyi-bunyian ... Dengan mulut terus memaki kami...
" mau apa lagi kalian..." teriak Lariza
" kami akan membantumu" ucapku coba menenangkannya tapi Lariza terus memberontak...
" kalian bukan manusia... Kalian iblis ... Bunuh aku sekarang..... Bunuhhh... Aku tak sanggup lagi menerima penderitaan ini... Kalian renggut kebahagianku...kalian bunuh anak dan suamiku..." teriak nya melepaskan semua emosinya yang terpendam...air mata nya kembali keluar...
" tenang lah... Aku tak berniat membunuh anakmu..." ucapku
*ciuuuh... Sebuah ludah tepat dimukaku....
" jangan sentuh aku dengan tubuhmu Iblis...." maki nya...
" Kau ingin melihat wujud mengerikanku ..." ucapku menutup mata
" Alex apa yang akan kau lakukan...." teriak Agung
Aku pun membuka mataku...mataku langsung memancarkan aura berbeda.... Aura mencekam memenuhi ruangan....
tubuh Agung bergetar melihatku ....
" Alex bisa mengaktifkan sisi lain tanpa harus merasa tersakiti atau tertekan... Apa sisi lain Alex mulai menguasai tubuhnya..." gumam Agung
" Aku harus hentikan ini... Sebelum wanita itu mati terbunuh..." ucap Agung kembali dan mendekatiku
Agung mencoba menyadarkanku... Namun dengan satu hentakan aku dapat melemparnya hingga membentur dinding...aku langsung mengarah ke Lariza yang terlihat ketakutan...
***************************************************************************
Pov Agung
Aku membentur dinding cukup keras.... Kekuatan yang luar biasa dari Alex...aku bahkan tak sempat menghindar dari serangan ini... Aku tak bisa menghentikan nya.... Jika aku memanggil adi dan edi pun aku akan terlambat menolong wanita itu bahkan Anna juga bisa dalam bahaya... Alex akan membunuh siapapun yang ada di sekitarnya.... Dia bukan Alex yang kami kenal dalam mode monsternya.... Hanya ada satu orang yang mampu menghentikannya sisi gelap Alex ini yaitu Liana... Tapi saat ini tak ada Liana disini....
Satu-satunya cara aku harus mengunakan serum buatanku... Untuk menghentikan Alex.... Alex memukul ranjang yang ditiduri oleh lariza .... Satu kali pukul ranjang itu patah menjadi dua bagian membuat tubuh Lariza terperosot namu tak terjatuh karena terkait dengan borgol yang mengikat tangannya.. Lalu dia beberapa kali menampar tubuh Lariza yang tak berdaya.... Kemudian dia mengambil ikat pinggangnya dan melilit di leher Lariza dan menariknya.... Tak ada waktu lagi buatku ... Aku harus menggunakan serum ini....tiba-tiba
" hentikann....pak apa yang kamu lakukan..." teriak Fina muncul...
Aku lihat Alex menghentikan serangannya ... Dan sedikit mundur kebelakang.... Aura jahat dari sisi lain Alex menghilang... Mana mungkin ada orang yang mampu menenangkan Alex selain Liana...
" siapa nama mu..." ucapku berusaha berdiri...
" aku Fina ... Salah satu karyawan pak Alex... " balasnya
" Fina bawa Alex pergi dari sini sekarang..." perintahku
Membuat Fina memenggang Alex dan membawa pergi dari kamar ini.... Aku benar-benar tak percaya akan semua ini.....ayah Alex memang memberikan ku tugas untuk menjaganya.... Dan memberitahu sisi lain Alex yang berbahaya....
Bahkan saat kecil Alex telah membunuh kembaranannya sendiri dan memakan dagingnya... Itu lah kenapa dia di juluki si beruang putih....
Beruang putih adalah binatang yang pendiam dan terkesan malas.... Bulu berwarna putih bersih membuat banyak orang ingin menjadikannya peliharaannya... Tapi semua akan berubah saat melihat beruang putih berburu maksanya.... Mulutnya akan bertaburan darah mangsa dan kuku yang tajam mampu merobek apapun akan membuat orang menjadi takut dan menghilangkan sikap cute pada penampilannya
Alex pun seperti itu... Orang akan merendahkannya dengan wajah tampan , sikap yang baik bahkan terlalu baik menurutku dan sikap pemalas yang lebih baik tidur daripada berinteraksi atau melakukan suatu aktivitas... Tetapi saat dia terpojok atau tersakiti dia akan jadi menakutkan bahkan tak segan menghabisi lawannya... Siapapun yang menjadi target mangsa pasti mati diburunya....
Selama mendampingi Alex aku baru melihat 3 kali Alex sampai menunjukan sisi lainnya...
1. Saat Dia menghajar 7 anak SMA yang menghina Ayah dan ibu Alex... Itu membuat mereka semua menderita parah... Bahkan empat orang harus kehilangan kaki akibat seluruh tulang hancur... Yang lebih parah nya lagi terdapat wanita disana yang juga dalam keadaan hampir kehabisan darah...untung Alex mampu mengontrol dirinya sendiri waktu itu untuk tidak menghabisi mereka....
2. Kejadian kedua saat kelulusan Alex dari Sekolah menengah Atas.... Dia diserang oleh anak buat ketua Osis di sekolah Alex... Jumlah lebih dari 30 orang dengan pimpinan ketua Osis yang memiliki dendam dengan Alex dan Liana... Waktu itu Alex benar-benar menunjuk sikap yang brutal... Terdapat 6 siswa tewas saat itu, sebenarnya akan banyak korban jika Liana tak menghentikannya.... Bahkan aku tak mampu mengendalikan Alex saat itu... Aku juga ikut terluka untuk menghentikan Alex... Untung masalah itu bisa di selesaikan dengan damai... Karena Liana dan Alex sama anak dari orang yang berpengaruh ....
3. Yang ketiga ini lebih ekstrim karena dia mengamuk ditempat yang benar-benar salah... Dia mengamuk di kantor Polisi aku tak tahu penyebabnya... Tapi yang jelas berhubungan dengan Harun dan kematian orang tua yang akan menjadi cikal bakal perang besar didepan kami....
Saudaraku memang mengerikan.... Padahal dia anak yang cukup baik sebenarnya ... Namun dendam membuat jadi lebih mudah emosi... Hingga sisi lain aktif dengan mudah belakangan ini... Aku takut, Alex yang baik akan hilang seiring dengan pertarungan kami....
Tapi aku sedikit beruntung saat ini, wanita bernama Fina .... Dia mampu meredam amarah Alex... Informasi ini penting buat kami.... Fina bisa jadi senjata andalan kami dalam misi PENGHANCURAN ...
Terlalu lama aku terpaku dengan keadaan seperti ini... Membuat lupa dengan tujuan utama kami ... Menyelamat kan Lariza dengan bantuan Anna...
Ku buka penutup mata Anna dan mulutnya.... Mata sayu ... Mencoba menerka apa yang terjadi dan dimana dia berada saat ini tangannya masih ku borgol membuat pergerakannya masih terbatas....
" kau ... agung kan..." ucapnya dengan nada khas sukunya....
" maafkan Aku Anna..." ucapku membuka borgol di tangannya....
* plaakk... Plaak tamparan berulang diluncurkan Anna
" kau laki-laki pengecut ... Kenapa kau melakukan hal memalukan ... Kau dokter berbakat yang memiliki kemampuan yang mengagumkan melakukan hal sehina ini..." tegas Anna
" Aku tak ingin berdebat dengan mu.... Kita harus membantu wanita ini..." ucapku...
" kau berhutang penjelasan pada ku.... Kenapa wanita ini. " ucap Anna sambil menyentuh nadi dan beberapa tempat tubuh wanita itu....
" apa masalahnya.... " ucapku
" ada terjadi pada bagian perut ... Kita harus ronsen terlebih dahulu.... Tapi disini tak ada alat itu....bagaimana kita melakukannya... Kita harus bawa dia ke rumah sakit.... " ucap Anna terlihat panik...
" aku ada fasilitas itu di kamarku... Kita bawa kesana..." ucapku sambil memukul kayu penahan borgol di tangan Lariza....
" Ayo kita harus cepat.... Denyut melambat..." ucap Anna sambil menekan tangan membaca denyut nadi....
Saat aku mencoba mengangkatnya ... Tangan terasa nyeri... Ini pasti karena benturan keras tadi...
" Alexx.... Cepat kesani..." teriakku
* bruuukk.. Pintu di buka dengan keras...
" Ada apa Agung.... " ucap Alex
"Kau bawa wanita ini ke kamarku secepatnya...." ucapku
" baiklah " ucap Alex mengendong wanita yang lemah itu di punggungnya...
* cracxkk.... Kaca jendela di pecahkan
" dasar Alex .... Ku bilang cepat ... Malah menghancurkan jendela.... Jangan mentang-mentang kau banyak uang kau asal menghancurkan saja..." teriakku sambil tertawa
Melihat Alex melalui jendela dan melompat melewati beranda samping rumah ini yang berhubungan dengan beranda rumah utama...
" apa kita harus mengikutinya..." ucap Anna tersenyum sangat indah....
" jangan mengikuti nya.... Kita lewat jalan orang normal saja...." ucapku sambil melihat Fina bingung harus melakukan hal apa....
" dan kau fina... Kau bersiaplah... Kau harus tinggal di rumah utama bersama kami..." lanjutku memberi perintah pada Fina...
" tapi bos menyuruhku tinggal disini..." ucap Fina...
" aku yang tanggung jawab... Kami duluan kau menyusulah..." ucapku meninggalkannya sambil memegang tangan Anna...
Aku berlari sambil terus memegang erat tangan Anna... Anna pun tanpa perlawanan terus mengikutiku... Dia seperti lupa dengan status... Anna adalah orang yang lebih mengkhawatirkan pasien dari pada dirinya sendiri.......
Tiba dirumah utama ... Keadaan sangat hening... Tak ada suara dari ketiga budak Alex.... Mungkin mereka di kamar atas....Aku lanjutkan untuk langsung masuk ke kamarku.... Anna di buat kaget dengan isi kamarku yang merupakan fasilitas rumah sakit kelas satu... Terdapat semua alat canggih di dalamnya... Maklum Alex memberikan semua fasilitas ini untukku...
Ku lihat Alex sudah berada di samping kasur.. Sambil membaringkan tubuh Lariza dikasur...
" oke kita mulai ronsennya..." ucapku sambil memegang alat ronsennya
Kami pun langsung melakukan proses ronsen... Anna dengan hati-hati mengoleskan gel ketubuh Lariza... Aku mulai mengerakkan alat ronsen di beberapa titik untuk mengetahui penyebabnya...
" ya Ampun.... " teriak Anna
" ada sesuatu didalam rahim Lariza...." ucapku
" kita harus melakukan operasi...." ucap Anna... Sambil mengangkat pakaian Lariza keatas... Memperlihat payudara yang sedikit menonggol dari sela-sela BH nya....
Aku pun bergegas melepas celana dalamnya ... Aku juga menyuntik obat penenang ... Dan memasang infus...
" Alex kau boleh keluar..." ucapku
" aku serahkan pada mu saudaraku..." ucap Alex sambil memukul punggungku....
Alex meninggalkan kami berdua.... Dan mulai menyiapkan Alat ...untuk melakukan operasi kali ini aku tak sendiri ada dokter berbakat di sampingku....
*******************************************************************************
POV ALEX
ku langkah kaki menjauh dari ruang operasi aku tahu kemampuan saudara Agung dia yang terbaik.... Aku teringat dengan budakku yang ku ikat di dinding tengah rumah... Dia tak ada lagi disana....
Kemana Henny pergi... Jangan-jangan dia bisa kabur dari rumah ini... Aku mulai melangkahkan kaki menuju keluar ... Hera langsung memelukku...
" Tuan mau kemana...???" tanya nya....
" aku mencari Henny ... Apa dia melarikan diri..." tanyaku balik kepada heraa...
Hera menarikku ke kamar Nura.... Saat aku masuk Nura langsung menjerit....
" tuann... Jangan lihat kemari dulu... " teriak Nura diikuti ketawa Tia...
Ternyata Nura sedang mengunakan pakaian yang amat seksi ... Pakaian yang hanya menutup payudara nya saja dan tanpa lengan...
" kau telanjang saja tuan sudah tahu ...." ejek Hera...
" maaf aku cuma kaget..." ucal Nura tetap menutupi tubuhnya dengan menghadap ke belakang.... Namun Nura tak menyadari dia berada di belakang cermin yang membuat lekuk tubuh dan pakaian seksi terlihat....meskipun menutupinya
Ku dekati Nura....
" ya ampun Visualku ... Kau sangat cantik... Sebentar lagi kau akan mengalahkan Hera..." pujiku sambil memeluk tubuh Nura dari belakang....
" dia tak akan bisa mengalahkan ku ..." ucap Hera... Sambil memeluk tangan kananku...
Tia hanya tertawa melihat kelakuan kedua adiknya....
" kita buktikan saja.... Siapa yang tuan inginkan..." ucap Nura menantang Hera...
" ya kalah harus apa...." ucap Hera....
" sudah kalian itu sama-sama kesayanganku ..." ucapku menenangkan emosi mereka berdua...
" tunggu ... Bukan hanya kalian berdua budak tuan disini... " teriak Tia yang awalnya hanya melihat kedua Adiknya...kali ini ikut dalam perseteruan kami
" kau sudah terlalu tua bersaing dengan kami kak...." ucap hera tertawa...
" usiaku tak jauh dari Nura... " ucap Tia kesal dan berdiri...
Aku benar-benar ditengah prahara .... Aku harus menenangkan mereka, sebelum mereka benar-benar diluar kendali....
" tunggu ... Kalian harus tenang " ucapku
" hera sok cantik... Kau tahu wajahmu itu terlihat lebih tua dari pada Aku..." ucap Nura tertawa kecil di ikuti ketawa Tia,...
" kenapa kalian tak mengajak budak ku yang satu itu..." ucapku menunjuk Henny yang berada di pojok ruangan seperti dia baru selesai memakan Nasi nya... Pasti tia yang memberikannya nasi dan pakaian itu.... Meskipun Tia tetap mengikatkan rantai henny di kaki Kasur milik Nura....
" tuaaan...." teriak ketiganya protes serempak...
" oke-oke.... Mohon maaf..." ucapku sambil mengaruk kepala nya....
# di suatu ruangan
Seorang wanita sedang membersihkan ruangnya... Dia akan meninggalkan ruangan ini untuk menuju ke rumah utama bosnya....
" apa yang harus ku lakukan.... Saat berada disana..." ucap Fina... Jantung terus berdetak kencang
" mau kemana bu..." ucap Neti
" aku disuruh tinggal di rumah utama" ucap Fina
" apa.... Cie...cie... Kau akan jadi ibu Bos sebentar lagi..."ucap Neti mengodanya...
" sulit .... Bos kita memiliki banyak wanita di sampingnya..." ucap Fina sedikit down...
" kau tahu dari mana... Tuan memiliki banyak wanita di sampingnya... Bukannya dia hanya punya Nura.... " ucap Neti
Fina hanya duduk di kasurnya ....matanya menerawang kosong...
" kalau kau mencintainya... Kau harus mengejarnya... Apapun rintangan kau harus berjuang... Bos kita orang yang baik , dia tak mungkin mati-matian menyelamatkanmu... Kalau kau buka orang yang penting buatnya... Dia pasti membutuhkan mu... Berjuangan untuk bos kita...." ucap Neti
" aku tahu itu... Tapi ada sesuatu yang menganjal di hatiku.... Aku tak pantas di sampingnya..." ucap Fina
* plak... Tampar mendarat si pipi Fina
" kau harus membantu bos kita... Menjaga dari semua musuhnya.... Kau ingat yang menculik kita waktu itu... Aku dapat informasi penting... Goldrich Company ingin menghabisi bos kita..." ucap Neti
" apa ... Bos ingin dibunuh mereka..." ucap fina kaget
" ya kita harus melindunginya... Andai saja aku masih sesuci mu aku akan berjuang dekat dengan bos tapi aku hanya wanita hina " ucap Neti menundukkan kepalanya
" Net... Ikut lah bersamaku...kita kerumah utama bersama..." ucap Fina mengenggam tangan Neti
" tidak... Bos hanya membutuhkanmu..." ucap Neti
" tidak kalau kau tak mau pergi... Aku tak akan pergi.... " ucap Fina
" dasar ibu ku yang satu ini...." ucap Neti
" jadi kau ingin ikut...." ucap Fina memelas....
" baik lah... Tapi bu yang tanggung kalau aku dimarah oleh bos..." ucap Neti
" Net ... Panggil saja aku Fina... Aku belum pantas di panggil ibu... Dan ini juga bukan di dikantor " ucap Fina tersenyum
" baiklah... Fina " ucap neti membalas senyum Fina
# kembali kerumah utama...
* ting...nung... Ting nung....
Suara bel pintu...
" siapa itu... " kata Nura... Yang sedang sibuk menganti bajunya
" biarkan aku saja saja yang membuka..." ucap Hera
" tunggu kau lupa kita tak bisa kesana...." ucap Tia
" itu kan.... Wanita cantik kau itu cuma bisa di dalam rumah ... Aku yang bebas kemana pun.." ucap Nura sambil menjulurkan lidahnya...
Tia tertawa kembali....
" kenapa kak..." tanya Hera heran
" Nura yang pendiam dan pemalu sekarang sudah berubah..." ucap Tia menahan ketawa...
" dia sudah banyak berubah dan mulai melupakan semua kesedihannya..." ucapku
" ini akan sangat berbahaya buat kalian berdua... Yang hanya mengandalkan wajah dan masakan saja..." ucapku meledek keduanya... Sambil tertawa...
" tuan awas kau..." ucap Hera memelukku dan menabrakan payudara yang kenyal pada ku dari belakang... Sambil ikut tertawa...
Tia pun menunjukkan muka kesal yang cantik menurutku... Sedangkan Henny hanya terdiam mematung , dia bingung harus berbuat apa.... Yang terpikirkan olehnya adalah hidup sudah hancur.... Dia hanya berharap keluar dari sini... Atau mati saja....
" Fina.... " teriak Nura di luar kamar ini... Mereka berpelukan cukup lama....
" bu Nura... " ucap Fina membalas pelukan
" Fina ... Masuklah..," ucap Nura
" oh ya.... Ini neti dia pegawai di SPBU juga..." ucap Fina mengenalkan Neti
" kau juga tak terluka kan...." ucap Nura
" tidak bu ... Aku hanya sedikit perih di bagian sini..." ucap Neti menunjukkan memeknya...
Nura pun langsung memeluk Neti... Dia tahu rasanya di permalukan di paksa melakukan hal yang tak di inginkan.... Nura juga korban pemerkosaan... Jadi dia paham yang dirasakan Neti...
Aku juga dibuat kaget kehadiran Fina...tak salah lagi ini pasti kelakuan Agung... Dia ingin memperkeruh suasana disini ... Aku saja sudah pusing perseteruan ketiga istriku... Sekarang aku di hadapkan oleh Fina dan Neti....
" Fina ... Jadi kau budak yang membuat tuanku banyak mengalami luka kemarin...." ucap Hera yang memang sudah kesal... Sambil melangkah mendekatinya...
" budakk... Berani sekali kau bilang bosku dengan Budak.... " ucap Neti emosi
" kau berani dengan ku...." ucap Hera
" tidak hanya berani , Aku juga bisa mematahkan kaki mu sekarang...." teriak Neti
" huuuu... Aku takut... " ejek Hera.... Sambil memainkan bibirnya yang seksi
" sudah Net.... Kau tak boleh seperti itu...." ucap Fina coba melerai.....
Aku bergerak mendekati Hera... Dan mencium Bibirnya....sontak membuat Tia dan Nura... Juga Fina dan Neti terkejut.... Hera tak bisa berbuat Apapun saat aku mulai memainkan mulutku di bibir seksi miliknya.... Sambil tanganku meremas-remas payudaranya....
" Fina inilah Aku... Mereka bertiga merupakan Budakku.... " Ucapku setelah menyelesaikan Ciumanku....
Fina dan Neti hanya terdiam seribu bahasa... Kaget membuatnya tak bisa mengontrol diri mereka sendiri.... Tia tahu maksudku... Dia tak ingin membuat Fina ikut dalam permainan ini...
Tia pun segera memegang erat tanganku dan menyenderkan kepalanya di pundakku.... Bukan hanya Tia , Nura pun melakukan hal yang sama... Lalu Hera juga yang merasa bersalahpun mendekatiku....
" aku bukan pria baik....aku menculik Tia dan Hera.... Lalu memperbudak Nura....mereka bertiga sekarang menjadi budakku... Tempatku memuaskan nafsu birahiku.... " ucapku mempertegas
Fina mulai meneteskan Air Mata.... Dia tak mampu lagi menahan keterkejutan hatinya....
" Aku tak ingin kau rusak.... Kau adalah karyawan terbaikku.... Aku akan mengirim jauh dari sini... Kesalah satu Perusahaan milikku di luar Daerah...." tegasku....
Hera pun merasa bersalah mulai meneteskan Air matanya...., lalu Nura dan Tia pun mulai terbawa Emosi juga..... Tiba-tiba Fina melakukan hal yang tak terduga
" Aku... Defina Larisa telah bersumpah untuk berada disisimu selamanya... Dan izinkan Aku untuk menjadi Budak setiamu...." ucap Fina terbata-bata sambil berlutut...
" Fina apa yang Kau lakukan... Aku tak ingin kau seperti ini...." teriakku
" ini keteguhan Hati ku Tuan...." ucap Fina yang mengubah tuturnya yang biasa memanggilku dengan Pak atau bos... Menjadi tuan...
" Aku Netilia Safira .... Juga berikrar menjadi budak mu yang Setia... Tubuh dan nyawaku milik mu tuanku..." ucap Neti juga Ikut berlutut...
" Hestia Maharani.... Juga siap Mati untuk mu Tuan..." ucap Tia yang telah melepas pegangan Tangannya dan sekarang ikut berlutut....
" Aku Nuralia... Menyerahkan hidupku untuk mu..." ucap Nura yang begitu gugup berbicara juga berlutut...
" Aku Hera Fitridiani... Juga bersumpah setia untukmu ...aku akan ada disampingmu selalu Tuanku..." Ucap Hera....juga ikut berlutut...
Henny yang menyaksikan Adegan ini pun... Secara tak terkontrol.... Padahal dia harus mencari cara untuk kabur karena ikatan yang diikat kan Tia memang Longgar ... Ini harus menjadi moment untuk bisa melarikan diri dari sini.... Namun dia malah berjalan mendekatiku... Dan juga ikut berlutut didepan orang yang menghabisi seluruh keluarganya.....
Aku tak bisa berkata Apapun.... Semua berawal dari ke isenganku dan Hadi.... Dan sekarang mereka bukan hanya menjadi mainanku , budakku atau pelampiasan Nafsuku Saja... Sekarang mereka sudah menjadi Keluarga baruku... Yang Harus menjadi Daftar orang yang Kulindungi dalam Misi PENGHANCURAN ku....
" Agung apa yang perempuan itu Lakukan... " bisik Anna
" itu pemandangan luarbiasa Anna... Mereka adalah keluarga baru ku.... Apa kah Kau juga mau jadi bagian keluarga Kami..????" ucap Agung.....

ليست هناك تعليقات for "𝐌𝐢𝐬𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐧𝐜𝐮𝐫𝐚𝐧 ( 𝐒𝐢𝐱 𝐒𝐥𝐚𝐯𝐞 ) 𝐂𝐡𝐚𝐩𝐭𝐞𝐫. 𝟐𝟒 & 𝟐𝟓"
إرسال تعليق